Langsung ke konten utama

Jangan mau jadi pemimpin, berat, kamu gaakan kuat, biar aku saja (pemimpin keluarga)


Pemimpin adalah sesosok makhluk yang lemah, ia selalu membutuhkan rakyatnya demi memajukan peradabannya. Pemimpin adalaah sesosok orang yang selalu bergantung pada orang lain, ia tidak akan pernah bisa melakukan apapun sendirian.Pemimpin adalah sesosok pesuruh, yang tanpa diminta ia akan melakukan apa yang dimau oleh rakyatnya. Pemimpin adalah sesosok keajaiban, yang dengan kekurangannya ia dapat membawa rakyatnya melampaui kata sejahtera.

"Seorang pemimpin lahir bukan dari laut yang tenang", itulah yang seorang ayah selalu ajarkan padaku. Ia lahir dari lautan darah, terangnya halilintar, dan sapuan dari angin-angin badai di tengah malam. Pemimpin hidup dengan cara yang sederhaan, bukan bermegah-megah. Ia adalah seorang yang pernah mengalami pahitnya penderitaan rakyat, bukan seorang yang hanya pandai memikat. Pendidikan pemimpinpun dari kecil sudah diajarkan, diturunkan, dan dikukuhkan sebagaimana dengan tujuan asal dia dilahirkan.

Seorang pemimpin itu adalah seorang yang dibutuhkan tapi terkadang tidak kita inginkan. Bukan seorang yang kita mau namun terkadang tidak kita butuhkan. Seorang pemimpin siap turun kebawah setiap saat bukan setiap terjadi bencana. Seorang pemimpin yang sudah ada dibawah pun, harus siap setiap saat untuk kembali membangkitkan rakyatnya dan membawa mereka menuju zaman emasnya.

Terkadang bagi segelintir orang, pemimpin diartikan sebagai sebuah JABATAN dan bukan Tanggung jawab. Hidup mereka lebih diartikan sebagai pemangku jabatan untuk dikenang dan dikenal, bukan sebagai orang biasa yang hidup untuk dibutuhkan. Uang, begitulah pemaknaan sebuah tujuan dari seorang pemimpin yang durjana, bak emas dilautan tembaga. Terlihat begitu gemerlap dan pada akhirnya dilakukan segala cara agar emas itu didapat bahkan dengan cara yang bisa disebut sebagai "pengorbanan". 

Di era yang sekarang inipun, sudah terlalu banyak orang seperti yang tertera diatas, begitu sulit memang mencari orang dengan kriteria yang kita butuhkan untuk memimpin. Ingatlah, pemimpin itu jumlahnya sedikit. lalu mereka semua siapa ?

Hanya omong kosong belaka....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Field Report Briefing dan PKMF 1 MIPA UNJ 2019

Assalamualaikum, saya haydar dari matematika 2017. Pada senin, 25 Maret 2019 berlangsung briefing PKMF MIPA 2019 dimana pembagian kelompok dan saya mendapat hibah di kelompok  . Setelah itu kami pulang, selesai :)))) Pada rabu, 27 Maret 2019 dimulailah PKMF MIPA 1 dengan pembawaan materi dari bang bais tentang urgensi kaderisasi, TUPOKSInya sebagai berikut : Tugas Kaderisasi. - Pembentukan  - Penjagaan        - Pengembangan - Pewarisan        Fungsi Kaderisasi. Pewarisan nilai organisasi. Penjamin keberlangsungan organisasi. Sarana belajar bagi anggota.  Selain itu, Bang Bais juga menjabarkan alur pengkaderan kaderisasi yang di unj mulai dari pengkaderan tingkat prodi hingga univ serta ada sesi tanya jawab yang sangad menarique. Sekalian field report dari saya, tengkyu. SEMOGA DIBACA :)))))) lupa resumenya... Pada suatu hari saya mendapatkan tugas untuk meresume buku yang berjud...

Pra PKMF MIPA 2018 "Pentingnya Seorang Kader"

     Tengah hari selepas dzuhur tepat 12.30(telat dikit) siang pada sabtu 14 april 2018 di GHA207-208 UNJ. Tengah berkumpul segerombol orang mengenakan almamater hijau dengan seragam putih hitam duduk mengantri presensi agar dapat masuk dalam kegiatan PKMF 2018(pelatihan mahasiswa kepemimpinan). 12.35/12.36(saya lupa) presensi baru dibuka, lalu dengan cepat antrean terisi penuh agar acara dapat segera dimulai. Diawali dengan tilawah & Menyanyikan lagu Indonesia Raya, semula pembukaan acara ini berlangsung dengan lancar(walau rada bosen pas pertama -.-+MCnya masih kaku nih keliatan masih gemeteran but semangat terus qaqa MC).      Setelah pembukaan yang membosankan -.-(sedikit), tibalah materi(sebetulnya ini yang lebih membosankan) dari kakak Solin Nurdin tentang Urgensi Kaderisasi. Narasumber juga ngaku kalo materinya emang rada ngebosenin, tapi beliau coba membawakan materi dengan sedikit bumbu-bumbu komedi ( walau kadang garing ). Tapi apa yang in...

PENGEMBANGAN BUDAYA ISLAM MELALUI MASJID DIDALAM UNIVERSITAS

Haydar Miezanie Abdul Jamil Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta haydarsaja@gmail.com Grace Fajryana Widiasih Muslimah Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta gfajryana26@gmail.com Mila Rizki Ramadayani Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta milarizki69@gmail.com Dr. Andy Hadiyanto, M.A Dosen Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta andy_hadiyanto@unj.ac.id ABSTRACTS Dawah of islam already taught since the days of the Prophet and then followed by the companions, later scholars that exist throughout the world. Along with the development of knowledge and technology, many ways to spread the teachings of the religion of islam itself one of them through the mosque in the environment that exists at each University.Islamic propagation is done with the aim of fostering a feeling of l...