Pemimpin adalah sesosok makhluk yang lemah, ia selalu membutuhkan rakyatnya demi memajukan peradabannya. Pemimpin adalaah sesosok orang yang selalu bergantung pada orang lain, ia tidak akan pernah bisa melakukan apapun sendirian.Pemimpin adalah sesosok pesuruh, yang tanpa diminta ia akan melakukan apa yang dimau oleh rakyatnya. Pemimpin adalah sesosok keajaiban, yang dengan kekurangannya ia dapat membawa rakyatnya melampaui kata sejahtera.
"Seorang pemimpin lahir bukan dari laut yang tenang", itulah yang seorang ayah selalu ajarkan padaku. Ia lahir dari lautan darah, terangnya halilintar, dan sapuan dari angin-angin badai di tengah malam. Pemimpin hidup dengan cara yang sederhaan, bukan bermegah-megah. Ia adalah seorang yang pernah mengalami pahitnya penderitaan rakyat, bukan seorang yang hanya pandai memikat. Pendidikan pemimpinpun dari kecil sudah diajarkan, diturunkan, dan dikukuhkan sebagaimana dengan tujuan asal dia dilahirkan.
Seorang pemimpin itu adalah seorang yang dibutuhkan tapi terkadang tidak kita inginkan. Bukan seorang yang kita mau namun terkadang tidak kita butuhkan. Seorang pemimpin siap turun kebawah setiap saat bukan setiap terjadi bencana. Seorang pemimpin yang sudah ada dibawah pun, harus siap setiap saat untuk kembali membangkitkan rakyatnya dan membawa mereka menuju zaman emasnya.
Seorang pemimpin itu adalah seorang yang dibutuhkan tapi terkadang tidak kita inginkan. Bukan seorang yang kita mau namun terkadang tidak kita butuhkan. Seorang pemimpin siap turun kebawah setiap saat bukan setiap terjadi bencana. Seorang pemimpin yang sudah ada dibawah pun, harus siap setiap saat untuk kembali membangkitkan rakyatnya dan membawa mereka menuju zaman emasnya.
Terkadang bagi segelintir orang, pemimpin diartikan sebagai sebuah JABATAN dan bukan Tanggung jawab. Hidup mereka lebih diartikan sebagai pemangku jabatan untuk dikenang dan dikenal, bukan sebagai orang biasa yang hidup untuk dibutuhkan. Uang, begitulah pemaknaan sebuah tujuan dari seorang pemimpin yang durjana, bak emas dilautan tembaga. Terlihat begitu gemerlap dan pada akhirnya dilakukan segala cara agar emas itu didapat bahkan dengan cara yang bisa disebut sebagai "pengorbanan".
Di era yang sekarang inipun, sudah terlalu banyak orang seperti yang tertera diatas, begitu sulit memang mencari orang dengan kriteria yang kita butuhkan untuk memimpin. Ingatlah, pemimpin itu jumlahnya sedikit. lalu mereka semua siapa ?
Hanya omong kosong belaka....
Hanya omong kosong belaka....
Komentar
Posting Komentar